Cara memakai kalkulator ini
- Isi Biaya iklan dan Pendapatan dari iklan pada periode yang sama.
- Isi Margin kotor produk Anda dalam persen setelah modal barang.
- Baca ROAS dan bandingkan dengan ROAS titik impas.
- Lihat laba setelah biaya iklan dan ROI iklan.
Cara menghitung ROAS
ROAS adalah omzet dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS 4 berarti tiap Rp1 iklan menghasilkan Rp4 omzet. Tetapi omzet bukan laba, karena modal barang harus dikeluarkan. Karena itu ROAS harus dibandingkan dengan ROAS titik impas, yaitu 100 dibagi margin kotor.
ROAS = Pendapatan ÷ Biaya iklan ROAS titik impas = 100 ÷ Margin- Pendapatan = omzet yang berasal dari iklan
- Biaya iklan = uang yang dihabiskan untuk iklan
- Margin = margin kotor dalam persen
Selama ROAS di atas ROAS titik impas, iklan menghasilkan laba sebelum biaya lain.
Contoh: iklan Rp5 juta menghasilkan omzet Rp20 juta
ROAS adalah 4x. Dengan margin kotor 30%, ROAS titik impas 3,33x, jadi iklan menghasilkan laba Rp1.000.000 setelah biaya iklan dan ROI iklan 20%.
Jika omzet hanya Rp12.000.000, ROAS turun menjadi 2,4x, di bawah titik impas, dan Anda rugi Rp1.400.000. Jika margin 50%, titik impas turun menjadi 2x dan laba menjadi Rp5.000.000.
Membaca hasilnya
ROAS bagus bukan angka tertentu; ia tergantung margin Anda. Produk bermargin tipis membutuhkan ROAS tinggi, produk bermargin besar bisa untung dengan ROAS rendah. Hitung margin yang benar dengan kalkulator margin keuntungan.
Perhatikan juga biaya lain di luar modal barang, seperti komisi marketplace, ongkir, dan retur, yang menurunkan margin efektif.
Cara meningkatkan ROAS
- Perbaiki halaman produk, foto, dan ulasan agar konversi naik.
- Fokuskan anggaran ke iklan dan produk yang sudah terbukti menghasilkan.
- Naikkan nilai pesanan lewat paket atau bundel.
- Hitung nilai pelanggan jangka panjang dengan kalkulator CLV; pelanggan berulang membuat ROAS rendah di pembelian pertama tetap layak.
Contoh menetapkan target ROAS
Margin kotor 30% berarti ROAS titik impas 3,33. Jika Anda ingin laba iklan minimal 20% dari biaya iklan, targetkan ROAS sekitar 4. Dengan target itu, Anda bisa menilai tiap kampanye: matikan yang konsisten di bawah titik impas, dan tambah anggaran pada yang di atas target.
Evaluasi minimal beberapa hari data, bukan satu hari, agar keputusan tidak terpengaruh fluktuasi sesaat.
Kesalahan umum dalam membaca ROAS
Kesalahan paling sering adalah menilai iklan hanya dari ROAS tanpa melihat margin. ROAS 3 tampak bagus, tetapi merugikan bila titik impas Anda 3,5. Kesalahan lain adalah membandingkan ROAS antar platform yang cara menghitung atribusinya berbeda.
Pertimbangkan juga efek jangka panjang: pelanggan yang datang lewat iklan bisa membeli lagi tanpa biaya iklan tambahan.
- Selalu bandingkan ROAS dengan titik impas dari margin Anda.
- Masukkan komisi marketplace dan ongkir ke margin.
- Lihat tren mingguan, bukan hanya satu hari.
- Catat pembelian ulang dari pelanggan yang sama.
Asumsi dan batasan
Kalkulator memakai margin kotor tunggal dan tidak memisahkan biaya tetap, pajak, komisi, atau retur. Atribusi omzet ke iklan juga tidak selalu akurat. Pakai hasilnya sebagai patokan, lalu cek dengan laporan keuangan Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu ROAS?
Return on Ad Spend: berapa rupiah omzet yang dihasilkan setiap rupiah biaya iklan.
Berapa ROAS yang dianggap bagus?
Tergantung margin. ROAS di atas titik impas (100 dibagi margin) berarti iklan menghasilkan laba sebelum biaya lain.
Apa bedanya ROAS dan ROI?
ROAS membandingkan omzet dengan biaya iklan, sedangkan ROI iklan membandingkan laba dengan biaya iklan.
Apakah ROAS sama dengan ACOS?
Berbalikan. ACOS adalah biaya iklan dibagi omzet; ROAS adalah omzet dibagi biaya iklan.
Apakah ROAS tinggi selalu berarti untung?
Tidak. Bandingkan dengan ROAS titik impas dari margin, lalu kurangi biaya lain seperti komisi dan retur.
Bagaimana cara mengubah ACOS menjadi ROAS?
ROAS = 1 ÷ ACOS. ACOS 25% berarti ROAS 4.
Seberapa lama data iklan sebaiknya dievaluasi?
Minimal beberapa hari sampai satu minggu supaya tidak terpengaruh fluktuasi harian.