Cara memakai kalkulator ini
- Isi Tabungan saat ini dengan total dana yang akan ditarik.
- Isi Penarikan bulanan pada bulan pertama dan Kenaikan penarikan per tahun untuk menyesuaikan dengan inflasi.
- Isi Imbal hasil per tahun yang diperkirakan atas sisa dana.
- Baca Dana Anda bertahan dalam bulan dan Penarikan bulanan yang berkelanjutan selama 30 tahun.
Cara saldo diproyeksikan
Setiap bulan, sisa dana bertumbuh sesuai imbal hasil bulanan, lalu penarikan diambil. Penarikan naik sekali setahun sebesar persentase yang Anda tentukan, sehingga gaya hidup yang sama tetap terbiayai ketika harga naik. Simulasi berhenti ketika saldo tidak cukup untuk penarikan berikutnya.
Bₘ = Bₘ₋₁ × (1 + i) − Wₘ- Bₘ = saldo setelah bulan ke-m
- i = imbal hasil bulanan (imbal hasil tahunan ÷ 12 ÷ 100)
- Wₘ = penarikan pada bulan ke-m, naik sekali per tahun
Kalkulator juga menghitung penarikan bulanan awal yang akan menghabiskan dana tepat dalam 30 tahun, sebagai patokan penarikan yang berkelanjutan.
Contoh: Rp2 miliar dan Rp12 juta per bulan
Dengan dana Rp2.000.000.000, penarikan Rp12.000.000 per bulan, imbal hasil 6%, dan kenaikan penarikan 3% per tahun, dana bertahan 218 bulan atau sekitar 18 tahun. Penarikan tahun pertama setara 7,2% dari dana, tergolong tinggi untuk masa pensiun yang panjang.
Agar dana cukup 30 tahun, penarikan awal yang berkelanjutan sekitar Rp11.787.408 per bulan, sedikit di bawah rencana Anda.
Apa yang paling menggeser hasil
Naikkan penarikan menjadi Rp15.000.000 dan dana hanya bertahan 164 bulan. Turunkan imbal hasil ke 4% dan daya tahan menjadi 183 bulan, sementara penarikan aman 30 tahun turun ke Rp9.466.035. Jika biaya hidup dianggap tidak naik (0%), dana bertahan 344 bulan.
Jadi besar penarikan dan kenaikan biaya hidup berpengaruh sama kuatnya dengan imbal hasil. Periksa asumsi inflasi dengan kalkulator inflasi.
Cara memakai hasilnya
Bandingkan lamanya dana bertahan dengan harapan hidup yang perlu Anda danai, dan beri jarak aman. Jika hasilnya sekitar 18 tahun padahal Anda butuh 30 tahun, ada tiga tuas: kurangi penarikan, tambah dana, atau cari penghasilan tambahan beberapa tahun.
Untuk menghitung target dana dari awal, pakai kalkulator dana pensiun atau kalkulator FIRE.
Cara membuat dana lebih awet
- Mulai dengan penarikan lebih kecil dan naikkan hanya bila kondisi mengizinkan.
- Sisihkan dana kas untuk 1-2 tahun pengeluaran agar tidak terpaksa menjual aset saat pasar turun.
- Pertahankan sebagian aset bertumbuh agar dana mengejar inflasi.
- Tambah penghasilan paruh waktu atau tunda pensiun satu-dua tahun; dampaknya sering lebih besar dari yang diduga.
Contoh cara membaca hasil untuk perencanaan
Bila hasil menunjukkan dana bertahan 18 tahun sementara Anda ingin pensiun di usia 55 dan berencana hidup hingga 85, ada selisih 12 tahun yang harus ditutup. Coba turunkan penarikan awal sedikit demi sedikit sampai hasilnya mendekati 30 tahun, lalu lihat apakah gaya hidup itu masih nyaman.
Anda juga bisa menjalankan dua skenario: satu optimistis dan satu hati-hati dengan imbal hasil lebih rendah. Rencana yang tetap bertahan pada skenario hati-hati jauh lebih tenang dijalani.
Asumsi dan batasan
Imbal hasil dianggap tetap setiap bulan. Pasar nyata naik-turun, dan urutan imbal hasil buruk di awal masa penarikan bisa menghabiskan dana lebih cepat dari simulasi ini. Pajak, biaya kesehatan mendadak, dan pendapatan lain seperti pensiun atau sewa tidak dimodelkan. Anggap hasilnya perkiraan kasar dan konsultasikan perencanaan pensiun dengan perencana keuangan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama uang pensiun Rp2 miliar bisa bertahan?
Tergantung penarikan bulanan, imbal hasil, dan kenaikan biaya hidup. Dalam contoh di atas, penarikan Rp12 juta per bulan membuat dana bertahan sekitar 18 tahun.
Berapa persen penarikan yang dianggap aman?
Tidak ada angka pasti. Penarikan awal yang rendah, misalnya 4% per tahun, sering dipakai sebagai patokan awal, tetapi hasilnya bergantung pada pasar dan lama pensiun.
Mengapa penarikan perlu naik tiap tahun?
Karena harga naik. Penarikan yang tetap lama-kelamaan membeli lebih sedikit barang, sehingga gaya hidup harus turun.
Apa yang terjadi bila imbal hasil lebih kecil dari perkiraan?
Dana habis lebih cepat. Coba beberapa nilai imbal hasil dan lihat selisihnya untuk memahami seberapa rapuh rencana Anda.