Numfino

Kalkulator Anggaran Bulanan (50/30/20)

Masukkan gaji bersih dan atur persentase untuk kebutuhan, keinginan, serta tabungan atau pelunasan utang. Kalkulator mengubahnya jadi jumlah rupiah per pos.

IDR
%
%
%
KebutuhanRp 4.000.000
KebutuhanRp 4.000.000
KeinginanRp 2.400.000
Tabungan & pelunasan utangRp 1.600.000
Tabungan per tahun
Rp 19.200.000
Uang jajan mingguan (keinginan)
Rp 553.846
  • KebutuhanRp 4.000.00050%
  • KeinginanRp 2.400.00030%
  • Tabungan & pelunasan utangRp 1.600.00020%

Cara memakai kalkulator ini

  1. Isi Gaji bersih per bulan dengan gaji bersih yang benar-benar masuk rekening setelah potongan.
  2. Atur Kebutuhan, Keinginan, dan Tabungan & pelunasan utang dalam persen. Standarnya 50, 30, dan 20.
  3. Pastikan jumlah ketiganya 100%. Bila tidak, kalkulator akan memberi peringatan.
  4. Baca hasil rupiah tiap pos, tabungan setahun, dan uang jajan mingguan.

Apa itu aturan 50/30/20

Aturan 50/30/20 membagi gaji bersih menjadi tiga pos. Sebanyak 50% untuk kebutuhan, yaitu sewa atau cicilan rumah, makan, transportasi, listrik, dan tagihan wajib. Sebanyak 30% untuk keinginan, seperti makan di luar, hiburan, dan langganan. Sisanya 20% untuk menabung, investasi, dan melunasi utang.

Pos = Gaji bersih × Persentase pos;  Tabungan setahun = Gaji × Persentase tabungan × 12
  • Gaji bersih = penghasilan setelah potongan pajak dan iuran
  • Kebutuhan = pengeluaran yang tidak bisa dihindari
  • Keinginan = pengeluaran yang bisa ditunda atau dikurangi
  • Tabungan = menabung, investasi, dan pembayaran utang di atas cicilan minimum

Aturan ini hanya titik awal yang mudah diingat. Anda bebas mengubah persentasenya sesuai biaya hidup di kota Anda.

Contoh: gaji bersih Rp8 juta

Dengan gaji bersih Rp8.000.000 dan pembagian 50/30/20, kebutuhan Rp4.000.000, keinginan Rp2.400.000, dan tabungan Rp1.600.000 per bulan. Dalam setahun, tabungan Anda Rp19.200.000, dan uang jajan mingguan dari pos keinginan sekitar Rp553.846.

Di kota dengan sewa atau cicilan rumah mahal, 50% untuk kebutuhan sering tidak cukup. Coba 60/20/20: kebutuhan Rp4.800.000, keinginan Rp1.600.000, tabungan tetap Rp1.600.000, dan uang jajan mingguan turun menjadi sekitar Rp369.231.

Cara memakai hasilnya

Bandingkan rupiah hasil kalkulator dengan pengeluaran Anda yang sebenarnya selama sebulan terakhir. Bila kebutuhan Anda melampaui pos, cari pos yang bisa dikecilkan dulu, mulai dari tagihan terbesar seperti sewa, cicilan, atau paket langganan.

Prioritaskan pos tabungan: pindahkan di hari gajian, bukan di akhir bulan. Gunakan sebagian untuk membangun dana darurat dan sebagian lagi untuk target dengan kalkulator target tabungan.

Lakukan pelacakan sederhana selama satu bulan: catat setiap pengeluaran di aplikasi atau buku catatan, lalu kelompokkan ke tiga pos. Hampir selalu ada pengeluaran kecil yang tidak disadari, dan di situlah penghematan paling mudah. Ulangi pengecekan tiap tiga bulan karena gaji, harga, dan kebutuhan Anda berubah.

Kesalahan umum

Kesalahan paling umum adalah memasukkan gaji kotor, bukan gaji bersih. Berikutnya, menaruh cicilan kartu kredit atau paylater di pos keinginan padahal sebenarnya utang yang mengikat. Ada juga yang lupa pengeluaran tahunan, seperti pajak kendaraan, asuransi, atau mudik, sehingga anggaran bulanan terlihat longgar lalu bocor.

Bagi pengeluaran tahunan dengan 12 dan masukkan ke pos kebutuhan. Hindari pula memasukkan semua pengeluaran kecil ke pos keinginan tanpa melacaknya.

Bila ada pos yang melampaui batas, jangan langsung menyerah pada aturan. Geser persentase secara sadar, misalnya mengurangi keinginan dari 30% ke 25% untuk menaikkan tabungan, dan catat alasannya. Anggaran yang bisa dijalani lebih penting daripada anggaran yang sempurna di atas kertas.

Asumsi dan batasan

Kalkulator tidak memantau pengeluaran sungguhan, hanya membagi gaji sesuai persentase. Ia tidak membedakan penghasilan yang berubah-ubah tiap bulan, dan angka 50/30/20 bukan standar resmi dari regulator.

Bila Anda punya utang berbunga tinggi, pos tabungan bisa dipakai untuk melunasinya lebih dulu. Cek rasio cicilan terhadap penghasilan dengan kalkulator DTI.

Satu kebiasaan membantu: buat satu rekening khusus kebutuhan dan satu untuk keinginan, lalu isi otomatis di hari gajian. Dengan begitu batas tiap pos terlihat langsung dari saldo, tanpa perlu menghitung ulang setiap kali membeli sesuatu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu aturan 50/30/20?

Cara membagi gaji bersih: 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan atau pelunasan utang.

Apakah cicilan KPR masuk kebutuhan?

Ya. Cicilan rumah, kendaraan untuk bekerja, dan utang wajib lain masuk kebutuhan karena harus dibayar tiap bulan.

Bagaimana kalau 50% tidak cukup untuk kebutuhan?

Ubah persentase, misalnya 60/20/20, atau kurangi biaya terbesar. Yang penting pos tabungan tetap terisi.

Pakai gaji kotor atau gaji bersih?

Gaji bersih yang benar-benar masuk rekening Anda setelah semua potongan.

Bagaimana kalau penghasilan saya tidak tetap?

Pakai angka penghasilan terendah yang wajar sebagai dasar, dan alokasikan sisanya saat penghasilan lebih tinggi.

Sumber dan bacaan lanjutan

Terakhir ditinjau 10 Oktober 2026 · Cara kami menghitung