Cara memakai kalkulator ini
- Isi Tingkat diskonto per tahun, misalnya imbal hasil minimum yang Anda inginkan atau biaya modal.
- Isi Arus kas (tahun ke-0, 1, 2…) dipisahkan koma; nilai pertama adalah hari ini dan biasanya negatif (investasi awal).
- Baca Nilai kini bersih dan Tingkat pengembalian internal.
- Lihat Payback terdiskonto, Indeks profitabilitas, dan tabel nilai kini per tahun.
Cara NPV dihitung
Uang yang diterima di masa depan bernilai lebih kecil daripada uang hari ini, karena Anda bisa menginvestasikan uang hari ini dan karena ada risiko serta inflasi. NPV mendiskontokan setiap arus kas dengan tingkat diskonto, lalu menjumlahkannya. Hasil positif berarti proyek menghasilkan lebih dari imbal hasil minimum yang Anda tetapkan.
NPV = Σ CFₜ ÷ (1 + r)^t, t = 0, 1, 2, … n- CFₜ = arus kas pada tahun ke-t (negatif untuk pengeluaran)
- r = tingkat diskonto per tahun
- IRR = tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol
Indeks profitabilitas adalah nilai kini arus kas masa depan dibagi investasi awal; angka di atas 1 berarti NPV positif. Payback terdiskonto adalah waktu sampai nilai kini kumulatif menutup investasi awal.
Contoh: investasi Rp500 juta dengan lima tahun arus kas
Investasi awal Rp500.000.000, lalu arus kas masuk Rp120 juta, Rp150 juta, Rp180 juta, Rp200 juta, dan Rp150 juta selama lima tahun, dengan tingkat diskonto 10%. Nilai kini tiap tahun sekitar Rp109.090.909; Rp123.966.942; Rp135.236.664; Rp136.602.691; dan Rp93.138.198.
NPV-nya Rp98.035.405 (positif), IRR sekitar 16,97%, payback terdiskonto sekitar 3,96 tahun, dan indeks profitabilitas sekitar 1,20. Proyek ini melampaui imbal hasil minimum 10%.
Sensitivitas terhadap tingkat diskonto dan pola arus kas
Jika tingkat diskonto dinaikkan menjadi 15%, NPV turun menjadi Rp25.049.457, payback terdiskonto menjadi sekitar 4,66 tahun, dan indeks profitabilitas 1,05. IRR tetap 16,97% karena IRR tidak bergantung pada tingkat diskonto. Jika diskonto di atas IRR, NPV menjadi negatif.
Pola arus kas juga penting. Dengan total arus kas masuk yang lebih awal (Rp200 juta, Rp200 juta, Rp200 juta, Rp100 juta, Rp50 juta) pada diskonto 10%, NPV sekitar Rp96.717.810, IRR 18,87%, dan payback terdiskonto 3,04 tahun. Arus kas yang datang lebih cepat bernilai lebih tinggi.
Cara memakai hasilnya
Terima proyek bila NPV positif dan Anda yakin dengan asumsi arus kasnya; bandingkan beberapa proyek dengan NPV dan indeks profitabilitas bila dana terbatas. Bandingkan juga IRR dengan imbal hasil minimum Anda di kalkulator IRR.
Untuk menilai satu nilai di masa depan, gunakan kalkulator present value. Untuk membandingkan dengan imbal hasil sederhana, gunakan kalkulator ROI.
Sebelum menyetujui proyek berdasarkan NPV, lakukan uji ketahanan: turunkan setiap arus kas masuk 20% dan naikkan tingkat diskonto beberapa poin. Jika NPV masih positif, keputusan lebih kuat. Jika NPV berbalik negatif hanya karena perubahan kecil, proyek itu rapuh dan perlu dinegosiasikan ulang atau ditunda.
Kesalahan umum
- Memakai tingkat diskonto terlalu rendah sehingga proyek berisiko tampak menarik.
- Memasukkan arus kas terlalu optimis; uji skenario konservatif.
- Lupa memasukkan investasi lanjutan atau modal kerja di tahun-tahun berikutnya.
- Mengabaikan nilai sisa atau biaya penutupan proyek di akhir.
- Membandingkan proyek dengan umur berbeda hanya dari NPV.
Asumsi dan batasan
Kalkulator mengasumsikan arus kas terjadi di akhir tiap tahun, dengan satu tingkat diskonto tetap. Inflasi, pajak, dan risiko tidak dimodelkan terpisah. Proyek dengan arus kas yang berganti tanda berkali-kali bisa memiliki lebih dari satu IRR, dan hasilnya perlu ditafsirkan dengan hati-hati. Gunakan NPV sebagai alat bantu keputusan, bukan satu-satunya dasar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti NPV positif?
Proyek menghasilkan nilai lebih dari imbal hasil minimum yang Anda tetapkan sebagai tingkat diskonto.
Tingkat diskonto apa yang sebaiknya dipakai?
Gunakan biaya modal atau imbal hasil minimum yang Anda inginkan, ditambah penyesuaian untuk risiko proyek.
Mengapa arus kas pertama biasanya negatif?
Karena itu investasi awal yang dikeluarkan hari ini. Arus kas berikutnya adalah penerimaan atau pengeluaran masa depan.
Apa bedanya NPV dan IRR?
NPV menunjukkan nilai tambah dalam rupiah pada tingkat diskonto tertentu, sedangkan IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV nol.