Cara memakai kalkulator ini
- Isi Saldo awal dana yang akan ditarik bertahap.
- Isi Imbal hasil per tahun yang diperkirakan atas dana yang masih tersisa.
- Isi Tahun pembayaran, yaitu berapa lama Anda ingin menarik.
- Baca Pembayaran bulanan, total yang ditarik, dan bagian yang berasal dari pertumbuhan investasi.
Cara penarikan bulanan dihitung
Penarikan bulanan adalah jumlah tetap yang membuat saldo tepat nol di akhir periode, dengan asumsi dana yang belum ditarik tetap berkembang. Ini adalah rumus anuitas yang sama dengan cicilan pinjaman, tetapi dibalik: Anda yang menerima pembayaran dari 'pinjaman' sebesar saldo Anda.
Penarikan = S · r ÷ (1 − (1 + r)^−n)- S = saldo awal
- r = imbal hasil bulanan = (1 + imbal hasil tahunan)^(1/12) − 1
- n = jumlah bulan penarikan (tahun × 12)
Imbal hasil tahunan dikonversi menjadi imbal hasil bulanan yang setara (bukan sekadar dibagi 12), lalu dicari penarikan bulanan dari rumus anuitas.
Contoh: dana Rp1 miliar, imbal hasil 6%, 20 tahun
Dari saldo Rp1.000.000.000 dengan imbal hasil 6% per tahun selama 20 tahun, Anda dapat menarik Rp7.072.921 per bulan (sekitar Rp84.875.048 per tahun). Total yang ditarik sekitar Rp1.697.500.958, dan sekitar Rp697.500.958 di antaranya berasal dari pertumbuhan investasi, bukan dari saldo awal.
Artinya, dana Rp1 miliar bisa memberi penghasilan tambahan sekitar Rp7 juta per bulan selama dua dekade bila imbal hasil 6% terpenuhi.
Pengaruh periode dan imbal hasil
Jika periode diperpanjang menjadi 30 tahun dengan imbal hasil sama, penarikan turun menjadi Rp5.893.704 per bulan dan total yang ditarik Rp2.121.733.501. Jika imbal hasil hanya 4% untuk 20 tahun, penarikan menjadi Rp6.022.188 per bulan dan total hanya Rp1.445.325.020.
Dua hal ini menunjukkan bahwa imbal hasil yang lebih rendah sama merugikannya dengan memperpanjang masa penarikan. Uji beberapa asumsi, termasuk yang konservatif. Untuk menghitung seberapa besar dana yang perlu dikumpulkan, lihat kalkulator dana pensiun dan kalkulator FIRE.
Cara memakai hasilnya
Penarikan hasil kalkulator bersifat nominal, bukan disesuaikan inflasi. Dengan inflasi, Rp7 juta hari ini akan terasa lebih kecil sepuluh tahun lagi, sehingga daya belinya turun. Lihat dampaknya di kalkulator inflasi dan sesuaikan target penarikan awal Anda.
Jika Anda ingin penghasilan seumur hidup, pertimbangkan produk anuitas dari perusahaan asuransi atau dana pensiun, yang menanggung risiko usia panjang, dan bandingkan dengan strategi penarikan sendiri.
Praktisnya, tetapkan dua angka: penarikan awal yang menutup kebutuhan pokok dan cadangan yang tidak disentuh untuk keadaan darurat. Banyak orang membagi dana menjadi dua bagian, satu untuk penarikan bulanan dengan perhitungan seperti ini, satu lagi tetap diinvestasikan untuk melawan inflasi dan usia panjang. Hitung ulang setiap tahun dengan saldo dan imbal hasil terkini, lalu sesuaikan penarikan bila perlu.
Risiko yang perlu dipertimbangkan
- Imbal hasil riil bisa lebih rendah dari asumsi, terutama bila terjadi penurunan pasar di awal masa penarikan.
- Usia panjang: dana habis di tahun ke-20 tidak membantu jika Anda hidup 30 tahun.
- Inflasi mengikis daya beli penarikan tetap.
- Pajak, biaya pengelolaan, dan biaya produk dapat mengurangi imbal hasil.
- Kebutuhan mendadak seperti biaya kesehatan memerlukan dana cadangan di luar rencana ini.
Asumsi dan batasan
Kalkulator mengasumsikan imbal hasil tetap, penarikan tetap di akhir tiap bulan, dan tidak ada pajak, biaya, atau penyesuaian inflasi. Pasar nyata berfluktuasi, sehingga hasilnya hanya gambaran dasar, bukan jaminan. Untuk keputusan besar seperti pensiun, konsultasikan dengan perencana keuangan berlisensi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung penarikan bulanan dari dana pensiun?
Gunakan rumus anuitas dengan saldo sebagai nilai kini, imbal hasil bulanan, dan jumlah bulan penarikan. Kalkulator ini melakukannya otomatis.
Apakah penarikan disesuaikan inflasi?
Tidak. Penarikan bersifat tetap dalam rupiah nominal, jadi daya belinya menurun seiring waktu.
Mengapa total yang ditarik lebih besar dari saldo awal?
Karena dana yang belum ditarik terus menghasilkan imbal hasil. Selisihnya adalah pertumbuhan investasi.
Apa risikonya jika imbal hasil lebih rendah dari asumsi?
Dana akan habis sebelum akhir periode bila Anda tetap menarik jumlah yang sama. Uji juga skenario imbal hasil lebih rendah.