Numfino

Kalkulator Bunga Majemuk

Lihat bagaimana setoran awal dan setoran rutin bertumbuh ketika bunga ikut berbunga, dengan rincian modal, bunga, dan saldo tiap tahun.

IDR
IDR
%
tahun
%
Saldo di masa depanRp 182.073.314
Saldo di masa depanRp 182.073.314
Total setoran
Rp 130.000.000
Bunga yang diperoleh
Rp 52.073.314
Bunga efektif tahunan
6,17%
  • SetoranRp 130.000.00071,4%
  • BungaRp 52.073.31428,6%
0100 jt200 jt12345678910
  • Setoran
  • Bunga
TahunTotal setoranTotal bungaSaldo
1Rp 22.000.000Rp 952.340Rp 22.952.340
2Rp 34.000.000Rp 2.703.553Rp 36.703.553
3Rp 46.000.000Rp 5.302.910Rp 51.302.910
4Rp 58.000.000Rp 8.802.724Rp 66.802.724
5Rp 70.000.000Rp 13.258.532Rp 83.258.532
6Rp 82.000.000Rp 18.729.298Rp 100.729.298
7Rp 94.000.000Rp 25.277.624Rp 119.277.624
8Rp 106.000.000Rp 32.969.969Rp 138.969.969
9Rp 118.000.000Rp 41.876.895Rp 159.876.895
10Rp 130.000.000Rp 52.073.314Rp 182.073.314

Cara memakai kalkulator ini

  1. Isi Setoran awal yang sudah Anda miliki.
  2. Isi Setoran bulanan yang akan ditambahkan di akhir tiap bulan.
  3. Masukkan Suku bunga per tahun (asumsi imbal hasil), Tahun, dan pilih Periode pemajemukan.
  4. Baca Saldo di masa depan, Total setoran, dan Bunga yang diperoleh, lalu lihat grafik per tahun.

Cara kerja bunga majemuk

Pada bunga majemuk, bunga yang sudah terkumpul ikut menghasilkan bunga pada periode berikutnya. Dalam jangka pendek selisihnya kecil, tetapi makin lama makin besar karena pertumbuhan berbentuk kurva yang menanjak, bukan garis lurus.

S = P · (1 + i)^m + D · ((1 + i)^m − 1) / i
  • S = saldo akhir
  • P = setoran awal
  • D = setoran bulanan
  • i = bunga efektif per bulan, dari (1 + bunga tahunan ÷ periode)^(periode ÷ 12) − 1
  • m = jumlah bulan (tahun × 12)

Kalkulator ini mengubah bunga tahunan menjadi laju bulanan sesuai periode pemajemukan yang Anda pilih, lalu mensimulasikan setiap bulan: saldo dikalikan laju bulanan, lalu setoran bulanan ditambahkan.

Contoh: Rp10 juta ditambah Rp1 juta per bulan selama 10 tahun

Dengan bunga 6% per tahun dan pemajemukan bulanan, saldo setelah 10 tahun menjadi Rp182.073.314. Total setoran Anda Rp130.000.000, sehingga Rp52.073.314 berasal dari bunga. Bunga efektif tahunan 6,17%.

Bila pemajemukannya tahunan, saldo menjadi Rp180.381.919, selisih sekitar Rp1,7 juta. Bila durasinya 20 tahun, saldo melonjak ke Rp495.142.940 dengan setoran Rp250.000.000, artinya bunga sudah hampir sama besar dengan modal yang Anda setor.

Waktu lebih penting dari angka bunga

Menggandakan durasi dari 10 ke 20 tahun menaikkan saldo lebih dari 2,7 kali dengan setoran hanya naik sekitar 1,9 kali. Sebaliknya, menaikkan bunga dari 6% ke 8% pada 10 tahun menghasilkan Rp205.142.438, sekitar Rp23 juta lebih banyak.

Pesan praktisnya: mulai lebih awal dan konsisten sering lebih berpengaruh daripada mengejar bunga tinggi yang berisiko. Setoran awal Rp10 juta tanpa tambahan bulanan hanya tumbuh menjadi Rp18.193.967 setelah 10 tahun pada bunga yang sama.

Cara memakai hasilnya untuk memutuskan

Gunakan hasil untuk menyusun target dana pendidikan, DP rumah, atau pensiun. Jika Anda sudah punya target, balikkan perhitungannya dengan kalkulator tabungan target. Untuk membandingkan bunga yang dipromosikan dengan yang sebenarnya, lihat kalkulator APY.

Jangan memakai bunga tinggi sebagai kepastian. Imbal hasil produk seperti reksa dana atau saham tidak dijamin, dan hasil bisa jauh di bawah asumsi, terutama dalam jangka pendek.

Cara mengoptimalkan pertumbuhan

  • Mulai secepat mungkin, meski nominalnya kecil.
  • Otomatiskan setoran di tanggal gajian agar konsisten.
  • Naikkan setoran seiring kenaikan penghasilan.
  • Bandingkan biaya produk; biaya tahunan kecil mengikis hasil jangka panjang.
  • Perhitungkan inflasi: nilai nominal yang tampak besar bisa jauh lebih kecil dalam daya beli.

Asumsi dan batasan

Kalkulator memakai bunga tetap sepanjang durasi, setoran tetap di akhir setiap bulan, dan tidak memasukkan pajak, biaya produk, maupun inflasi. Di dunia nyata, bunga tabungan dan deposito umumnya dikenai pajak final, dan imbal hasil investasi berubah-ubah.

Hasilnya adalah ilustrasi, bukan janji imbal hasil. Konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum memilih produk investasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu bunga majemuk?

Bunga yang dihitung dari pokok ditambah bunga yang sudah terkumpul, sehingga bunga ikut berbunga di periode berikutnya.

Apa bedanya dengan bunga sederhana?

Bunga sederhana hanya dihitung dari pokok awal, sedangkan bunga majemuk juga dari bunga yang sudah terkumpul. Dalam jangka panjang hasil majemuk jauh lebih besar.

Pemajemukan bulanan atau tahunan, mana yang lebih baik?

Makin sering dimajemukkan, makin besar hasilnya, tetapi selisihnya kecil. Contohnya selisih sekitar Rp1,7 juta dalam 10 tahun pada contoh di atas.

Apakah deposito memakai bunga majemuk?

Tergantung produknya. Bila bunga dicairkan tiap bulan, tidak majemuk; bila diperpanjang otomatis bersama bunganya, hasilnya majemuk.

Berapa bunga yang realistis untuk dipakai?

Tidak ada angka pasti; pakai asumsi konservatif dan uji beberapa skenario. Jangan memakai imbal hasil tinggi sebagai kepastian.

Sumber dan bacaan lanjutan

Terakhir ditinjau 10 Oktober 2026 · Cara kami menghitung