Cara memakai kalkulator ini
- Isi Nilai awal, yaitu nilai investasi atau omzet di awal periode.
- Isi Nilai akhir di ujung periode.
- Isi Tahun antara keduanya (boleh desimal, misalnya 2,5).
- Baca Laju pertumbuhan tahunan majemuk, Total pertumbuhan, dan tahun berlipat dua.
Apa itu CAGR
CAGR (compound annual growth rate) adalah laju pertumbuhan tetap per tahun yang akan membawa nilai awal ke nilai akhir bila dimajemukkan. Nilai tahunan sebenarnya naik-turun, tetapi CAGR meratakannya menjadi satu angka yang dapat dibandingkan antar investasi.
CAGR = (nilai akhir ÷ nilai awal)^(1 ÷ tahun) − 1- Nilai awal = nilai di awal periode (harus positif)
- Nilai akhir = nilai di akhir periode (harus positif)
- Tahun = lama periode
CAGR berbeda dari rata-rata hitung. Rata-rata hitung dari +50% dan −50% adalah 0%, padahal uang Anda sudah berkurang seperempat; CAGR menunjukkan hal itu dengan benar.
Karena itulah CAGR dipakai luas untuk menilai kinerja reksa dana, indeks saham, harga properti, hingga pendapatan perusahaan: satu angka yang bisa dibandingkan lintas aset dan lintas periode.
Contoh: Rp50 juta menjadi Rp90 juta
Dalam 5 tahun, pertumbuhan total 80%, CAGR 12,47% per tahun, dan nilai berlipat dua kira-kira tiap 5,9 tahun pada laju itu. Nilai per tahun: Rp56.237.306, Rp63.252.691, Rp71.143.218, Rp80.018.058, lalu Rp90.000.000.
Jika pertumbuhan 80% yang sama baru tercapai dalam 10 tahun, CAGR turun menjadi 6,05% dan waktu berlipat dua menjadi sekitar 11,8 tahun. Totalnya sama, tetapi kualitasnya sangat berbeda.
Cara membaca CAGR
CAGR berguna untuk membandingkan reksa dana, saham, atau omzet usaha dengan durasi berbeda. Namun CAGR menyembunyikan volatilitas: dua investasi dengan CAGR sama bisa memiliki naik-turun yang sangat berbeda.
Jangan menjadikan CAGR masa lalu sebagai ramalan. Hasil masa lalu tidak menjamin hasil masa depan, dan titik awal serta akhir yang dipilih dapat membuat CAGR terlihat lebih baik dari kenyataan.
Contoh untuk usaha: omzet naik dari Rp50 juta menjadi Rp90 juta per tahun dalam 5 tahun berarti pertumbuhan 12,47% per tahun, bukan 16% (80% dibagi 5). Rata-rata sederhana 16% terlalu optimistis karena mengabaikan bahwa pertumbuhan tiap tahun dihitung dari angka yang sudah lebih besar.
Cara memakai hasilnya untuk memutuskan
Bandingkan CAGR dengan alternatif aman seperti deposito (lihat kalkulator bunga efektif) dan dengan inflasi. Imbal hasil yang tidak melewati inflasi berarti daya beli Anda tak bertambah.
Untuk ROI total tanpa pembagian per tahun, pakai kalkulator ROI. Untuk memproyeksikan ke depan dengan setoran rutin, gunakan kalkulator bunga majemuk.
Gunakan CAGR sebagai satu dari beberapa ukuran. Lengkapi dengan melihat penurunan terbesar (drawdown), konsistensi tahunan, dan biaya produk sebelum menilai investasi.
Kesalahan umum
- Menghitung CAGR dari periode yang terlalu pendek sehingga angkanya menyesatkan.
- Mengabaikan dividen, kupon, atau setoran tambahan yang mengubah hitungan.
- Membandingkan CAGR tanpa memperhatikan risiko dan volatilitas.
- Memakai nilai awal nol atau negatif; CAGR tidak terdefinisi.
- Menjadikan CAGR masa lalu sebagai target pasti masa depan.
Asumsi dan batasan
Kalkulator mengasumsikan tidak ada setoran atau penarikan selama periode dan hanya memakai nilai awal serta akhir. Jika ada arus kas masuk dan keluar, CAGR tidak mewakili imbal hasil sebenarnya; gunakan IRR atau XIRR.
CAGR tidak memperhitungkan pajak, biaya transaksi, maupun inflasi, dan hasilnya bukan jaminan imbal hasil di masa depan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana rumus CAGR?
CAGR = (nilai akhir ÷ nilai awal)^(1 ÷ tahun) − 1. Dari Rp50 juta ke Rp90 juta dalam 5 tahun, hasilnya 12,47% per tahun.
Apa bedanya CAGR dan rata-rata pertumbuhan?
Rata-rata hitung mengabaikan efek pemajemukan, sedangkan CAGR memperhitungkannya sehingga lebih akurat untuk investasi.
Apakah CAGR bisa negatif?
Bisa, bila nilai akhir lebih kecil dari nilai awal. Itu menandakan penyusutan rata-rata per tahun.
Apakah CAGR cocok untuk omzet usaha?
Ya, untuk melihat pertumbuhan rata-rata per tahun, asalkan Anda memakai periode yang cukup panjang dan tidak ada lonjakan sekali jalan.
Berapa CAGR yang bagus?
Tergantung risiko. Bandingkan dengan deposito dan inflasi sebagai pembanding minimum.
Apakah CAGR mencerminkan risiko?
Tidak. Dua investasi dengan CAGR sama bisa sangat berbeda dalam naik-turunnya. Selalu lihat risiko di samping CAGR.